Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Dari dapur saat fajar, ke meja belajar
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-07 03:03:51【Tempat Makan】038 orang sudah membaca
PerkenalanEkspresi siswa SDN Kedaleman III, Cilegon, Banten, saat menanti ketibaan distribusi Makan Bergizi Gr

Jakarta (ANTARA) - Jumat (7/11) pagi, jarum jam belum menunjuk angka enam, tapi kesibukan di sejumlah ruang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Akses Tol Cilegon Timur, Kedaleman, Cilegon, Banten, sedang mencapai puncaknya.
Tidak kurang 51 pekerja dengan penutup rambut, sarung tangan, hingga alas kaki steril dikerahkan. Kompor-kompor menyala, asap mengepul dari ruang penanak nasi di sebelah tempat pengemasan.
Dari tempat inilah, setiap pagi, lebih dari 3.000 porsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) didistribusikan ke 12 sekolah, yakni empat TK, tujuh SD, dan satu SMP di Cilegon.
Hal yang mungkin ngak banyak diketahui publik adalah, perjalanan itu dimulai jauh sebelum Matahari terbit. Saat mayoritas warga Kedaleman terlelap, koki dan tim dapur justru bekerja sejak pukul 01.00 WIB.
"Masaknya jam satu malam. Jam tiga sudah mulai pemorsian,” kata Asisten Lapangan SPPG Kedaleman Imam Marif Maulana.

Sejak program MBG dari Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka ini resmi beroperasi pada 14 Oktober 2025, seluruh bahan masakan dipasok dari distributor lokal yang tiba di dapur sejak 12 jam sebelumnya. Tidak ada yang terburu-buru, tapi semuanya dilakukan dengan presisi.
Untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan, diberlakukan prosedur standar operasional (SOP) yang ketat sejak proses penerimaan bahan makanan.
Selain kelengkapan administrasi, proses penerimaan barang harus sesuai jadwal serta kualitas fisik yang baik. Berikutnya, pemeriksaan fisik, di mana petugas wajib memastikan bahan ngak rusak, ngak kedaluwarsa, dan jumlahnya sesuai dengan yang dipesan.
Tahap penting berikutnya adalah pemeriksaan kualitas, yang mengharuskan uji organoleptik, meliputi penciuman (bau), pengecapan (rasa), dan penglihatan (warna), serta pengecekan suhu pada bahan.
12Tampilkan SemuaSuka(11472)
Artikel Terkait
- Jangan sepelekan campak, pahami gejala hingga pencegahan yang tepat
- Perkuat kualitas MBG, Pemkab latih petugas penjamah makanan
- KKP: Ribuan kontainer udang asal Indonesia boleh masuk AS
- Palestina desak penempatan pasukan internasional lindungi Gaza
- Kapolri siapkan fitur lapor cepat pada aplikasi ojek daring untuk kamtibmas
- Menko PM minta Kepala SPPG disiplin untuk cegah penyelewengan
- Mahasiswa UNP berhasil cipngakan tablet kunyah ekstrak rumput banto
- Menperin: Struktur industri nasional makin solid dan kompetitif
- Memberdayakan petani lokal di SPPG Angsau Dua
- Mendag: Transaksi TEI 2025 capai 22,8 miliar dolar AS
Resep Populer
Rekomendasi

Mencipta karya bermakna tanpa menghamba pada algoritma

Polda Sulteng bekali 26 personel pelatihan DVI dan keamanan pangan

UNRWA: Harga pangan Gaza melonjak ekstrem usai lahan dirangakan Israel

Mengenal bahaya Cesium

Pemkab Bantul pertemukan Kopdes dengan SPPG baru, dukung keberlanjutan

UEA kirim 7.200 ton bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza

Aktris Diane Keaton mengidap pneumonia bakterial jelang wafat

Lokasi shelter di Jakarta yang cocok untuk adopsi & rawat hewan liar